Elon Musk Tak Tertarik Metaverse Kala Bill Gates Menantikannya

Jakarta, CNN Indonesia — Kedua bos raksasa teknologi dunia berbeda pendapat soal dunia digital atau Metaverse. Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk terang-terangan tak tertarik dengan Metaverse.

Ia telah menjelaskan kepada pengguna metaverse bahwa dirinya tidak punya waktu untuk gagasan tentang dunia virtual dan menjalani kehidupan sebagai avatar.

“Saya tidak tahu apakah saya harus membeli hal-hal metaverse ini,” kata Musk dalam sebuah wawancara dengan situs The Babylon Bee.

Musk tidak yakin, dan dia mengolok-olok saran orang akan rela memakai headset virtual atau augmented reality (AR) hanya untuk menjelajahi lanskap virtual futuristik.

“Tentu, Anda bisa meletakkan TV di hidung Anda,” katanya, sambil mengulik bahwa gagasan ini benar-benar akan membawa seseorang ke dunia yang berbeda.

Miliarder tersebut menceritakan bahwa dia tumbuh dengan aturan yang mengharuskan untuk tidak duduk terlalu dekat dengan layar televisi, karena itu buruk untuk penglihatannya.

Kemudian jika hidup di metaverse, berarti harus memakai kacamata AR atau VR dalam waktu yang lama.

Dia tidak bisa membayangkan setiap individu memasang layar ke wajah mereka sepanjang hari dan tidak ingin pergi.

“Menjadi tidak nyaman jika benda ini diikatkan ke kepalamu sepanjang waktu,” pungkasnya.

Konsep metaverse sebetulnya telah hadir dalam industri video game, di mana seseorang diwakili sebuah avatar dalam menjalankan misi atau aktivitas. Namun, penggunaan VR bagi Musk bukanlah hal yang baik.

“Anda bisa bermain video game di konsol komputer Anda, atau apa pun, dan Anda bisa mendapatkan game yang bergerak cepat dan tidak mabuk perjalanan. Tapi apabila Anda mencoba melakukannya dengan kacamata VR, Anda akan mabuk perjalanan. Rasanya bukan itu jawabannya,” tuturnya.

Ia menilai perubahan dunia ke metaverse merupakan langkah yang masih jauh.

Dalam wawancara selama satu jam Babylon Bee, Musk mengakui bahwa dia mungkin terlihat menolak dan tak tertarik metaverse dengan cara yang sama, seperti banyak orang mengabaikan internet di awal tahun 1990-an.

“Ada beberapa bahaya yang terjadi. Tapi saat ini saya tidak dapat melihat situasi metaverse yang menarik, aku tidak mengerti. Mungkin aku akan mengerti, tapi aku belum mengerti,” tandasnya dikutip Businessinsider.

Bill Gates Ramalkan Metaverse dalam Waktu Dekat (Foto: AFP)

Berbeda dengan Musk, pendiri Microsoft, Bill Gates meramalkan bahwa ada prediksi aktivitas di masa depan lewat virtual. Di antaranya dengan dukungan dunia Metaverse.

Lewat postingan blog pribadinya, Gates dengan jelas mengatakan bahwa nantinya manusia bisa melakukan berbagai aktivitas di dunia maya, mulai dari bermain, adanya revolusi tempat kerja yang dibuat secara virtual, hingga berbelanja.

Gates meramalkan dunia Metaverse itu akan menjadi tren di dunia dalam sua atau tiga tahun ke depan. Di metaverse, individu nantinya digantikan dengan avatar digital.

“Dalam dua atau tiga tahun ke depan, saya memperkirakan sebagian besar pertemuan virtual akan berpindah dari grid gambar kamera 2D…ke metaverse, ruang 3D dengan avatar digital,” tulis Gates dalam posting blognya.

Tampilan dua dimensi yang dijelaskan Gates, kemudian ia bandingkan dengan acara permainan “Hollywood Squares,” adalah apa yang saat ini Anda dapatkan dengan sebagian besar platform konferensi video, seperti Zoom atau Microsoft’s Teams.

Sementara itu di metaverse, Anda akan memiliki avatar 3D yang dapat menghadiri rapat di ruang kantor virtual atau tujuan lain, di mana avatar tersebut dapat berinteraksi dengan avatar rekan kerja Anda, dikutip CNBC.

Gates, yang mengundurkan diri dari dewan Microsoft pada tahun 2020, menyebut bahwa mantan perusahaannya sedang bekerja untuk menambahkan avatar 3D dan elemen ramah metaverse lainnya ke perangkat lunak besutan Microsoft, Teams.

Bahkan, Teams saat ini memiliki dasar pemikiran yang jelas untuk mengembangkan Metaverse, lantaran saat ini sudah bermitra dengan Mark Zuckerberg sebagai bos Meta, untuk membuat jejaring sosial Workplace, dan untuk bisnis yang kompatibel dengan Teams.

(can/fjr)

Source :CNN Indonesia

Recent News