Hacker Rusia Ngeri, Bombardir Ukraina Bareng Rudal

Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia membombardir Ukraina dengan serangan “udara” rudal dan agresi siber lewat operasi hacker.

Microsoft, dalam blog di situs resminya, menyatakan pemerintah Rusia menggelar serangan siber yang terkoordinasi dengan tembakan rudal untuk menghancurkan infrastruktur vital di Ukraina.

Agresi ini berpotensi meluas ke negara tetangga Ukraian yang mendukung perang melawan Rusia. Tujuannya adalah mengganggu rantai pasok dukungan militer dan bantuan kemanusiaan.

Blog yang ditulis oleh General Manager Digital Threat Analysis Center Microsoft Clint Watts itu menyebut serangan siber juga digelar untuk menggerus dukungan masyarakat Eropa ke pemerintah Ukraina.

Watts memaparkan dalam beberapa bulan terakhir, oknum hacker yang terafiliasi dengan intelijen Rusia menggelar serangan Wiper ke entitas pengelola suplai energi, air, dan infrastruktur lainnya. Serbuan hacker tersebut berbarengan dengan peluncuran rudal yang merusak jaringan infrastruktur fisik listrik dan air.

Operator militer Rusia pada Oktober juga menggelar serangan siber ke Polandia, hub logistik vital untuk beragam bantuan militer dan kemanusiaan untuk Ukraina.

Watts memperkirakan serangan siber ke Polandia adalah titik awal aksi agresif hacker Rusia di luar Ukraina dengan sasaran utama “negara dan perusahaan yang menyediakan dukungan bantuan kemanusiaan dan persenjataan pada musim dingin ini”

Meskipun Microsoft beserta ahli keamanan siber setempat berhasil menggagalkan 80% dari serangan, hacker Rusia berhasil “mengumpulkan data rute distribusi dan operasi logistik untuk mendukung serangan di masa depan”

Berikutnya, menurut Watts, serangan siber Rusia juga akan diperluas untuk menurunkan dukungan masyarakat atas pertahanan Ukraina. Hacker berencana mengeksploitasi tensi krisis energi di Eropa serta membakar sentimen anti-imigran, seiring dengan makin derasnya arus pengungsi dari Ukraina.

Senjata utama hacker Rusia, malware Wiper, adalah program yang bisa menghapus data yang sulit dipulihkan. Menurut Microsoft, sekitar 55% dari 50 organisasi yang terkena serangan Wiper sejak Februari 2022 adalah perusahaan infrastruktur vital.

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Source : CNBC Indonesia

Recent News