Influencer Goreng Saham Berjemaah Raup Rp1,56 T, Masuk Bui

Jakarta, CNBC Indonesia – Sekelompok influencer terpaksa diseret ke meja hijau atas kasus penipuan saham di Amerika Serikat.

Aksi penipuan tersebut, dilakukan oleh 7 orang dengan dibantu oleh satu orang influencer lain. Aksi mereka berhasil meraup lebih dari US$100 juta.

Tuntutan dilayangkan oleh Komisi Perdagangan Saham Amerika Serikat (AS).

CNBC International melaporkan bahwa tuntutan kepada para influencer dilayangkan oleh Komisi Perdagangan Saham (SEC) dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Mereka dituduh menggunakan media sosial untuk memanipulasi harga saham sejak Januari 2020, demikian dikutip Jumat (16/12/2022).

Lewat Twitter dan Discord, para influencer mempromosikan diri mereka sebagai trader sukses dan mendorong para pengikut akun mereka untuk membeli saham yang mereka beli.

Namun, mereka tidak mengungkapkan ke pengikut mereka bahwa mereka berencana menjual saham tersebut setelah kenaikan harga atau volume. Secara total, profit para influencer dari “menggoreng” saham mencapai US$100 juta atau sekitar Rp 1,56 triliun.

Setiap terdakwa memiliki lebih dari 100.000 follower di Twitter. Salah satu influencer, @PJ_Matlock, yang dikelola oleh pria asal Texas Perry Matlock, menyebut dirinya sebagai CEO Atlas Trading. AKun lainnya adalah Edward Constantinescu aka Edward Constantin (@MrZackMorris), Thomas Cooperman (@ohheytommy), Gary Deel (@notoriousalerts), Mitchell Hennessey (@Hugh_Henne), Stefan Hrvatin (@LadeBackk) dan John Rybarcyzk (@Ultra_Calls).

Daniel Knight (@DipDeity) dijerat SEC karena membantu para terdakwa. Salah satunya, sebagai co-host podcast yang mempromosikan salah satu terdakwa utama.

Profil Twitter para terdakwa mencantumkan disclaimer pada Rabu, yang sepertinya bertujuan untuk mengantisipasi masalah hukum. Contohnya, akun Constantinescu menyatakan “Semua tweet saya hanya opini. Saya bukan penasihat finansial”.

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Source : CNBC Indonesia

Recent News