Joe Biden Blokir China, Perang Chip Melebar ke Negara Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China kini merembet ke wilayah lain. Terbaru, pemerintahan Joe Biden turut memberlakukan pembatasan ekspor teknologi chip ke negara-negara Timur Tengah.

Hal ini diungkap langsung oleh raksasa chip AS, Nvidia. Pabrikan tersebut mengatakan otoritas AS meminta agar ekspor chip canggih diperketat untuk wilayah Timur Tengah, meski Nvidia tak menyebut secara spesifik negara yang dimaksud.

Diduga, kebijakan tersebut menyusul kekhawatiwan AS terkait teknologi kecerdasan buatan (AI). Saat ini, AS masih menjadi negara dominan yang memimpin pengembangan AI.

Namun, China dan negara-negara lain termasuk Timur Tengah juga sesumbar akan gencar mengembangkan teknologi AI.

AS sebelumnya telah menetapkan pelarangan ekspor teknologi manufaktur chip canggih ke China, guna menghambat pengembangan AI di negara kekuasaan Xi Jinping tersebut. Meski demikian, industri semikonduktor China sedang berupaya untuk mencapai kemandirian dalam penerapan AI.

Sejauh ini, AS telah membatasi pengiriman teknologi chip canggih ke China, Rusia, dan yang terbaru wilayah Timur Tengah, dikutip dari Cryptopolitan, Senin (2/10/2023).

Meski tak diungkap secara spesifik negara Timur Tengah mana saja yang terdampak, namun ada selentingan kabar yang menyebutkan Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Qatar dan Israel juga bisa jadi ‘korban’ boikot Joe Biden karena hubungannya yang erat dengan perusahaan teknologi China.

Diketahui, pabrikan China Huawei juga makin kencang mengekspansi bisnisnya di pasar Timur Tengah. AS agaknya khawatir hal ini akan berpotensi menimbulkan aksi espionase dan transfer teknologi.

Redaksi, CNBC Indonesia
Source : CNBC Indonesia