Mantan Bos Meta Beberkan Alasan Proyek Metaverse Amburadul

Jakarta, CNBC Indonesia – Meta baru saja kehilangan bos Virtual Reality, John Carmack. Seakan sebagai pesan perpisahan, dia mengkritik habis mantan perusahaannya selama 8 tahun itu.

Menurut Carmack, perusahaannya hanya beroperasi 50% dari potensinya. Dia mengatakan Meta tidak efisien dan menyia-nyiakan diri.

“Kami memiliki jumlah personel dan sumber daya yang tidak masuk akal, namun kami terus menerus menyia-nyiakan upaya dan menghancurkan diri sendiri,” kata Carmack, dikutip dari Mashable, Senin (19/12/2022).

Dia mengatakan sebenarnya dirinya bisa menyelesaikan masalah di tempatnya bekerja. Karena memiliki jabatan tertinggi di sana.

Namun, Carmack menjelaskan dirinya ‘ternyata tidak cukup meyakinkan’ untuk melakukan itu. Dia juga mengatakan telah merasakan masalah di dalam Meta selama bertahun-tahun.

“Setelah satu atau dua tahun berlalu dan bukti bertambah, sebagian besar dari hal-hal yang saya keluhkan akhirnya mengubah cara saya, namun saya tidak pernah bisa menghentikan hal-hal bodoh sebelum menyebabkan kerusakan atau menetapkan arah dan memiliki tim yang benar-benar mengikuti,” ucapnya.

“Saya percaya bahwa dampak marjinal sangat membantu, namun tidak pernah jadi kekuatan pendorong”.

Carmack juga menyinggung soal mantan bosnya, CEO Mark Zuckerberg. Menurutnya, pendiri Meta dan dia punya pandangan berbeda soal beberapa masalah strategis.

Nampaknya perbedaan itu juga yang membuatnya meninggalkan Meta. Sebab dia meyakini perbedaan tersebut membuat frustasi untuk mempromosikan sudut pandangnya di dalam perusahaan.

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Source : CNBC Indonesia

Recent News