Lama Tak Terdengar, LinkAja Umumkan CEO Baru ex Bos Telkomcel

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja melakukan perubahan strategi. Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akhir Juni lalu, LinkAja dengan menunjuk jajaran direksi baru perusahaan dan menetapkan Yogi Rizkian Bahar sebagai Direktur Utama.

Yogi memiliki berbekal pengalaman di bidang teknologi dan komunikasi selama lebih dari 18 tahun. Ia merupakan alumni ITB jurusan Teknik Elektro dan menuntaskan gelar Master untuk Administrasi Bisnis di Dili Institute of Technology.

Sebelum ditunjuk menjadi Direktur Utama LinkAja, Yogi dipercaya untuk memegang jabatan sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia Internasional dengan merek dagang Telkomcel yang beroperasi di Timor Leste dari 2017 hingga akhir 2021.

Ia disebut berhasil menggerakkan pertumbuhan pendapatan bersih bisnis Telkomcel dari minus hingga positif dengan pertumbuhan tiga digit.

Pada masa kepemimpinannya, Telkomcel meluncurkan TPay, sebuah aplikasi dompet digital yang mentransformasi cara bertransaksi masyarakat di Timor Leste dan memajukan inklusi keuangan di daerah tersebut.

Selain itu, Yogi juga sukses menghadirkan MyTimor sebagai aplikasi panggilan transportasi (ride hailing) yang dilengkapi dengan portal pembayaran digital, serta MyFood aplikasi yang memfasilitasi UMKM di Dili untuk mengembangkan dan meningkatkan transaksi secara digital pertama di Timor-Leste.

Juga ada MyLoja yang menjadi marketplace pertama di Timor-Leste yang secara end-to-end yang mewadahi UMKM dan juga pengguna untuk berjualan dan mendapatkan penghasilan yang terintegrasi secara utuh dengan metode pembayaran digital TPay.

Pada beberapa bulan kedepan, Yogi memiliki fokus untuk memastikan jajaran manajemen dan karyawannya memiliki kesepahaman terhadap prioritas perusahaan untuk dapat memfasilitasi lebih banyak lagi ekosistem rantai pasok di bisnis yang dioperasikan oleh berbagai macam BUMN.

Hal ini akan direfleksikan melalui serangkaian melalui program dan inisiatif seperti digitalisasi di dalam ekosistem rantai pasok bisnis seperti Digipos (Telkomsel), SRC (Sampoerna Retail Community), dan ke rantai pasok bisnis BUMN lainnya.

(dem)
Source : CNBC Indonesia

Recent News